Kantin dan Bridge

•Oktober 29, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

kantin: hari terakhir 23052009Di kantin, kami mengenal bridge.

Di sanalah kami belajar mengeja mengapa ada tigabelas trik yang dicari.

Biar kantin kami (nyaris) mati, bridge telah menjelma di sanubari.

Di kantinbridge ini mari kita berbagi. Bercerita tentang kepahlawanan Spade, atau kisah mengharu-biru Heart, atau tentang Diamond yang senantiasa diburu, serta Club yang selalu diganggu. Boleh juga mendongenglah tentang Notrump yang tak pernah ragu.

Bila punya nyali, boleh juga temui kami di kantin yang (nyaris) mati.

(kkpp, 3 Oktober 2009)

ps. sedikit pembuka untuk website kami yang lebih fokus bertutur tentang bridge. monggo mampir ke http://kantinbridge.wordpress.com.

sedangkan foto di atas adalah hari terakhir kantin its. semoga hanya mati suri. malam sebelumnya kami bermain semalaman hingga subuh menjelang, sebagai persiapan keberangkatan tim ITS ke Kejurnas Gorontalo, saat siang harinya, kami jumpai kantin yang telah kosong dari meja dan kursi, sementara para pedagang tengah mengangkut apa yang bisa dibawa ke tempat penampungan baru.


Across The Universe

•Oktober 8, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

MV5BMTIyNzkyODI0M15BMl5BanBnXkFtZTcwODYzMzc1MQ@@._V1._SX100_SY136_Gara-gara channel walking (halah, ada yang nemu padanan katanya dalam bahasa Indonesia yang pas?) di suatu tengah malam, akhirnya saya melabuhkan pilihan di suatu channel saat melihat ‘TIA sign’ – lambang This is Anfield di salah satu adegan. Lambang yang diakrabi oleh penggemar Liverpool FC itu ternyata berada di kamar Jude (diperankan Jim Sturgess), tokoh utama film itu yang mengambil setting tahun 1960-an. Across the Universe, judulnya. Saya cukup menikmati film ini. Buktinya saya yang hanya awalnya mencari saluran tivi sekedar mencari kegiatan sebelum menanti kantuk datang, malah melek hingga akhir cerita.

Ceritanya cukup sederhana sebenarnya. Kisah anak yang hanya diasuh sang ibu-single-parent di kota Liverpool mencari sang ayah ke Amerika. Maksud Jude kesampaian. Meski sang ayah tak seperti dalam bayangan. Jude kemudian malah jatuh cinta pada Lucy (diperankan oleh Evan Rachel Wood), adik dari kenalan saat pencarian sang ayah. Kisah cinta sejoli ini, diwarnai demo, karena Lucy kemudian jadi aktivis anti perang Vietnam. Untuk menguatkan setting, sempat ada potongan kisah meninggalnya Martin Luther King.

Dengan cerita yang sesederhana itu, saya menikmati tiap adegan film berdurasi 133 menit ini karena suasana setting 60-an yang kuat terbangun plus serasa nonton “film-klip” – kalau cuma sebentar kan video klip, nah ini sepanjang film) – nya The Beatles. Sempat gak ngeh sih awalnya. Tapi saat tersadar bahwa memang film ini adalah film musikal yang banyak menggunakan lagu-lagu The Beatles, di pertengahan film saya jadi sempat menebak-nebak kaitan tokoh utama, Jude dan Lucy, dengan lagu yang terkait, yang memang kemudian muncul di menjelang akhir cerita. Hayo, sudah tahu kan, lagu yang mana?

Di akhir cerita, dugaan saya bahwa film ini adalah film jadul – karena setting dan happy ending -  ternyata salah besar. Cukup kaget saat membaca ternyata film musikal yang disutradarai Julie Taymor ini adalah buatan tahun 2007. Bahkan sempat dinominasikan meraih Oscar untuk kategori “Best Achievement in Costume Design” dan nominasi Grammy untuk kategori “Best Compilation Soundtrack Album for Motion Picture, Television or Other Visual Media”.

(kkpp, 24 September 2009)

Catatan tentang “The Kop Comes to Asia 2009″ (1)

•September 10, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

You’ll Never Walk Alone.

Bagi kami bukanlah semata sebuah jargon, bisa jadi adalah pegangan hidup, penanda pengikat kebersamaan kami, pengingat manakala kami down serta sebuah ikrar tentang optimisme dan kesetiaan.

Saat kemudian terdengar rumor bahwa Liverpool FC (LFC) merencanakan tur ke Asia, rasanya, siapa sih yang tak ingin mengikuti panggilan janji di hati tuk menemani kemana pun LFC pergi. Apalagi tak perlu jauh-jauh ke Anfield. Cukup ke Bangkok atau Singapura yang hanya sekejapan mata. Menunggu datang ke Jakarta pun malah Surabaya, entah kapan bisa terlaksana.

Sempat memendam keinginan itu, karena ada beberapa hal yang perlu didiskusikan dengan Bundanya Alvaro. Eh, ternyata malah Bundanya Alvaro yang menawari di suatu pagi akhir April. “Yah, tadi ada berita kalo Liverpool maen ke Asia Tenggara, apa Ayah ndak berangkat?”.

Ah, masih nyusun rencana gimana ngomongnya, eh, malah dapat lampu hijau duluan. I love you full, dah …

Serta merta, langsung mendaftarkan diri di thread forum. Nyari tiket, saking terburunya malah gak sempat mbanding-mbandingin, tau-tau tiket air asia jakarta-singapura pp, dah ke klik ok. Padahal di kemudian hari, nyesel juga. Satu, ada yang lebih murah lagi, dan yang lebih penting, tampaknya lebih banyak anak Bigreds yang ngambil jalur yang lain. Padahal salah satu alasan ngambil Jakarta-Singapura adalah supaya lebih banyak interaksi dengan Bigreds, maklum event Gathernas Jogja akhir tahun lalu, tidak bisa ikutan karena pas jadi suami siaga.

Lantas, woro-woro ke sekretaris dan kolega kantor buat jadi person in charge waktu ditinggal cuti ntar. “Emang kapan cuti, Kap?”

“Akhir Juli”

“Ya, ntar aja kalo sudah dekat. Masih tiga bulan lagi lho.” Alamak, bodohnya …

Sebulan kemudian, datanglah berita awal kekacauan itu. Acara kantor yang seharusnya diadakan akhir Juni, harus digeser ke akhir Juli karena ngikutin si Prancis yang bisanya datang ke Indonesia akhir Juli. Dan acara yang di Surabaya, jadinya pas tanggal 28. Sehari pas dengan tiket balik Singapura-Jakarta yang sudah di tangan. Alamak, terancam gagal berangkat deh. Walhasil, woro-woro yang penuh kebodohan beberapa waktu yang lalu, malah jadi senjata.

Pokoknya tetep cuti, kan dah jauh hari bilangnya, kataku.

Gak papa sih, asal semua beres sebelum ditinggal cuti, kata mereka.

Yee…

Terpaksa seminggu sebelum keberangkatan, harus membereskan beberapa detil acara. Saking fokusnya, jangankan forum yang hanya diintip sesekali, tiket Surabaya-Jakarta pp malah lupa kalo belum punya. Ternyata kemudian banyak kemudahan. Jumat pagi tanggal 24 yang seharusnya sudah dihitung cuti, ternyata masih harus ke kantor buat serah terima kerjaan dengan para person in charge. Tiket Surabaya-Jakarta pp, yang awalnya keliatan bakal berburu go show langsung di bandara, malah klir karena diurusi sekretarisnya bos.

Nyampai di Cengkareng, iseng ngontak bro uda Havid, salah satu anak Bigreds yang sempat dinas di Surabaya. (Oia, sempet kasak-kusuk sebelumnya, tidak banyak anak Bigreds Surabaya yang berangkat. Ada bro Anand, tapi sama keluarga, serta bro Ucha yang belum jelas jadi apa ndak). Untung ga jadi nyasar ke terminal 3 ternyata malah dapat info kalo anak-anak Bigreds yang pake Tiger Air lagi ngumpul di terminal 2E. Untung yang kedua, meski belum ketemu ama bro Havid, ternyata Bro Rizal, salah satu pentolan BigReds, masih mengingatku padahal cuma ketemu sekali pas nobar Champion versus Madrid leg 1 waktu dines Jakarta tempo hari, dan padahal saat itu aku masih pakai baju kantoran belum sempat ber-merah-ria. Untung yang ketiga, dikenalin bro Rizal dengan para ‘kaum tersesat’ yang naik air asia. Bro Ihsan dan bro Syarief. Ah, bener-bener You’ll Never Walk Alone, dah…

Ganti baju, tukar SGD seperlunya lantas bertiga menuju keberangkatan Air Asia. (to be continued)

(kkpp, 03/08/2009)

Pesta Siapa?

•Mei 5, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

April Dua Ribu Sembilan. Hari kesembilan. Sebuah titik bagi demokrasi Indonesia telah berlalu. Rakyat Indonesia sebagai pemilik kedaulatan tertinggi memberikan kedaulatannya untuk Pemilihan Legislatif di semua tingkat untuk periode 2009-2014. Sebuah warna tersendiri.

Hiruk pikuk kegaduhan untuk memenangkan hati rakyat, dengan banyaknya baliho, poster, bendera dan aneka media promosi lainnya, -yang didukung dari berbagai warna partai, dengan sejumlah jargon plus tampang manis ribuan caleg kini berganti kegaduhan pasca hari kesembilan itu. Bermodalkan klaim sekian persen dukungan rakyat, elit partai sibuk mencari kawan baru. Di sisi yang lain, sang penyelenggara kian menunjukkan kinerja yang bisa dikatakan buruk. Sorotan media cetak dan televisi seolah tak cukup berarti. Padahal hal yang paling mendasar justru terlupakan. Dimana hak rakyat sebenarnya?

Ternyata hak rakyat untuk menentukan pilihan dikebiri oleh carut marutnya DPT. Penggelembungan dan manipulasi suara adalah khianat terhadap pemilik pesta seharusnya: rakyat. Buat apa capek-capek mencelupkan jari dengan tinta penanda bila kemudian hasil akhir telah direkayasa. Buat apa kemudian diliburkan bila rakyat hanya menikmati libur sehari dua tanpa dapat menikmati hasil akhir yang berpengaruh untuk lima tahun mendatang. Buat apa kemajuan teknologi IT justru tak meningkatkan kinerja penyelenggara. Buat apa sekian trilyun rupiah terbuang, bila hasil akhir tidak mencerminkan keinginan rakyat sesungguhnya.

Pada hari kesembilan bulan April Dua Ribu Sembilan itu, rakyat memang berkuasa untuk memilih caleg pilihannya tanpa khawatir bila pilihannya itu ada pada nomer buncit. Tapi rakyat sungguh tak kuasa bila para elit partai caleg pilihannya itu memilih berkasak kusuk dengan partai sebelah yang sungguh tak diharapkannya. Mengapa sang elit tidak mempromosikan sedari awal bahwa mereka bakal berkoalisi dengan partai A ataupun partai Z. Atau mengapa mereka tidak bergabung saja sejak awal. Partai lebih sedikit. Biaya lebih sedikit. Rakyat lebih jernih memilih. Tapi mereka (sungguh) pusing tak kebagian pesta.

Ah, siapa yang peduli itu semua?

kkpp # 05 Mei 2009

Konsisten

•Maret 6, 2009 • 1 Komentar

Berasal dari kata serapan asing, yang menurut Oxford Dictionary berarti (1) always behaving in the same way, (2) happening in the same way and continuing for a period of time, …, konsisten telah menjadi salah satu kata dalam bahasa Indonesia yang cukup sering kita dengar.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, konsisten berarti (1) tetap (tidak berubah-ubah); taat asas; ajek; (2) selaras; sesuai: perbuatan hendaknya — dng ucapan

Meski demikian, kita justru mengakrabi lawan katanya :inkonsisten, tak konsisten: dalam dunia keseharian kita. Lebih mudah mencari perilaku tak konsisten dibandingkan dengan kekonsistenan. Contohnya saja, blog ini, yang tidak ajek di-update secara periodik. Hehehe.

Lebih jauh mencari ke sekeliling kita, semakin banyak ketidakkonsistenan itu. Janganlah dituliskan satu persatu, mintakan saja contoh kekonsistenan. Bisakah? Ada yang tahu?

(kkpp, 06/03/2009)

Surat untuk Penguasa Sepak Bola

•September 16, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Dari seorang nawak, yang kenalnya dari dunia cyber dan lantas jadi arodes dan beberapa kali nonton bareng di stadion, berikut ini adalah surat yang ditulisnya, dan telah dikirimkan ke berbagai redaksi media massa nasional, dan ditembuskan berbagai milis. Semoga menjadi bola salju untuk perubahan sepakbola nasional!

Kepada Yang Terhormat
Penguasa Sepak Bola Indonesia

Kami ini hanyalah kelompok masyarakat yang membutuhkan hiburan untuk menyatukan diri sebagai satu saudara. Kami ini hanyalah kelompok masyarakat yang selalu ingin damai dan sejahtera. Kami hanyalah kelompok masyarakat yang ingin melihat sepak bola berjalan dengan sportifitas dan fairplay.

Kejadian Sabtu malam lalu di stadion kanjuruhan, kami akui kami salah. Saat ini kami mengaku salah berbuat anarki, namun ini adalah ujung dari rasa sabar kami. Tidak benar memang, salah iya, harus dihukum, Harus!!! Kami tak akan meminta bebas dari hukuman. Hukum saja kami jika memang salah. Kami siap menjalaninya. Namun yang adil, yang bijaksana, jangan karena Anda membawa palu main ketuk seenaknya.

Lihat dulu, pelajari dulu, bersikap objektif itu perlu. Jika kami ini salah bagaimana dengan yang memicu kami berbuat salah? Hukum juga dong. Jangan hanya kami. Jangan hanya main hokum, selidiki dan tuntaskan ada apa di balik mereka (WASIT) melakukan itu. Kami rela jadi martil sebuah perubahan. Kami rela dijadikan korban untuk sesuatu yang lebih baik. Namun kami tak pernah rela sportifitas dan fairplay tercederai. Ayo kita instropeksi. Sudah benarkah Anda, pemegang regulasi sepak bola memberikan sisi edukasi kepada kami penikmat dan supporter serta masyarakat sepak bola Indonesia?

Apa yang anda harapkan dari Indonesia Super League? Hanyakah kompetisi berebut juara atau ada visi yang jauh lebih mulia lagi. Adakah hasil tertulis dari penyegaran wasit? Dimanakah diumumkan? Siapa yang memberikan test kepada mereka? Sudah independent-kah badan itu? Kasus semacam ini sudah berulang kali terjadi, tapi klub, supporter, merekalah yang langsung merasakan hukumannya yang jelas terlihat di mata pecinta bola tanah air. Sedang wasit? Jika ini masalah SDM Wasit dengan segala bentuk lingkungan yang membentuknya, akankah selalu kami kaum penikmat sepak bola ini yang selalu menjadi terhukum? Anda para penguasa sepak bola tanah air pernah berucap kepada kami,”Jangan main hukum sendiri offisial pertandingan, serahkan kepada kami sesuai mekanismenya,” Tapi kami tak pernah lihat transparansi penyelesaian dan pengungkapannya. Semuanya hanya berujung pada sanksi sejumlah nominal (selalu saja berbuntut materi).

Kami bisa jamin, sepak bola Indonesia tak akan bisa maju selama PILKADA-PILKADA selalu mengikutinya. Sepak bola Indonesia akan kehilangan sportifitas dan fairpalynya jika sudah menjadi bagian dari cara branding bagi person yang akan menjadi penguasa. Penguasa yang terhormat, kesabaran manusia ada batasnya. Kepada masyarakat sepak bola Indonesia jangan tiru apa yang sudah terjadi di Bumi Singo Edan. Biarkan kami saja yang merasakan, kalau perlu biar kami saja yang jadi MARTIL perubahan.

Kami minta maaf jika sudah memberikan contoh yang tidak baik, kami minta maaf jika sudah memberikan tontonan yang kurang atraktif. Bagi saudara kami PKT Bontang, maaf jika sudah membuat kalian kurang nyaman. Jangan jadikan ini sebagai pembenaran balas dendam. Sebab musuh kami bukanlah kalian, bukan klub atau tim lain. Musuh kami adalah ketidakadilan dan sikap anti fairplay. Kalian sama dengan kami. Kalian adalah korban dari sistim yang berjalan. Ayo kita gandeng tangan, bikin satu perubahan. Apa yang sudah kami lakukan memang bukanlah pembenaran untuk melakukan perubahan.

Demikian surat terbuka ini kami buat, kepada teman-teman Pers jangan hanya diangkat peristiwanya. Beritakanlah penyebabnya. Berikan sisi edukasi bagi sesama. Kami tahu berita kami selalu meningkatkan oplah. Terima kasih sudah buat nama kami besar, hingga kami merasa sakit saat jatuh. Namun kami tetap Arek-Arek Malang yang selalu tegar diterpa jaman. Sampai kapanpun kami tetap mendukung SINGO EDAN. Meskipun kami sebagai terhukum.

Atas Nama Komunitas satujiwa.net
Pendukung PS Arema dari Dunia Cyber
Salam Satu Jiwa

Liverpool Menatap Musim Baru

•Agustus 9, 2008 • 1 Komentar

Ajang pre season berakhir sudah. Saatnya bagi tim-tim EPL menatap musim baru yang bakal digelar minggu depan. Bagi Liverpool FC (LFC), pre season ditutup dengan kemenangan atas Lazio, gol saat injury time oleh Voronin.

Secara keseluruhan, pre season yang dijalani LFC berlangsung cukup memuaskan dan kemudian jadi memupuk harapan bahwa di area pertarungan sebenarnya nantinya LFC bakal memetik hasil yang lumayan bagus. Semoga.

Sekedar review, berikut ini adalah rekap seluruh pertandingan pre season kali ini:

vs Tranmere, 12 Jul 08, 1-0, gol: Benayoun (43)
vs Lucerne, 16 Jul 08, 2-1, gol: Lucas (10), Voronin (36)
vs Wisla Krakow, 19 Jul 08, 1-1, gol: Voronin (6)
vs Hertha Berlin, 22 Jul 08, 0-0
vs Villa Real, 30 Jul 08, 0-0
vs Glasgow Rangers, 2 Aug 08, 4-0, gol: Torres (23), Ngog (56), Benayoun (58), Alonso (70)
vs Valerenga, 5 Aug 08, 4-1, gol: Alonso (19), Torres (49), Benayoun (60), Ngog (84)
vs Lazio, 8 Aug, 1-0, gol: Voronin (90)

Total delapan pertandingan, 5 menang, 3 draw, dan tak pernah kalah. Total gol 13 dengan 3 kebobolan. Benayoun dan Voronin menjadi top skor, masing-masing menyumbang 3 gol. Empat gol ke masing-masing gawang Rangers dan Valerenga diciptakan oleh pemain yang sama: Torres, Benayoun, Ngog, dan Alonso.

Hampir seluruh pemain mendapatkan kesempatan menunjukkan permainan terbaiknya, termasuk para youngster. Rafa sendiri menyatakan puas atas performance mereka.

Pada kesempatan pre season ini pula, para pemain baru: Dossena, Cavalieri, Degen, Ngog, dan Keane mendapatkan kesempatan untuk debut dan segera beradaptasi dengan pemain lainnya dan tentu saja skema bermain. Mengenai skema bermain, bila tak salah mengamati, Rafa lebih condong bermain dengan 4-4-2 dibandingkan skema 4-2-3-1.

Di lain kesempatan, Rafa juga mengungkapkan bahwa skuad musim ini adalah skuad terbaik yang dipunyai LFC sejak kedatangannya di Anfield tahun 2004. Jadi akankah gelar juara EPL ke-19 bagi LFC akan mewujud tahun ini? Kita tunggu.

[kkpp, 09.08.09]

Jadual Pertandingan Bridge

•Juli 22, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Bagi pemain bridge di Jawa Timur, berikut ini adalah beberapa agenda turnamen bridge yang bisa diikuti dalam waktu dekat:

1. TURNAMEN WALIKOTA CUP KEDIRI 2008,

Diselenggarakan di Aula SMP Negeri 1 Kediri, pada tanggal 27 Juli 2008 mulai pukul 09.00 hingga 17.30. Kategori yang dipertandingkan adalah pasangan dengan format swiss 6 sesi, memainkan 8 board per sesinya. Selain kategori umum, kejuaraan juga mempertandingkan kategori pelajar.

2. TURNAMEN PIALA KEMERDEKAAN RI 2008

Diselenggarakan oleh Gabungan Bridge Kota Malang, bertempat di Aula SMA Negeri Tugu, Malang. Dilangsungkan dengan swiss 5 sesi pada tanggal 3 Agustus 2008. Kategori yang dipertandingkan adalah kategori umum, juga memperebutkan pasangan yunior terbaik.

3. GABRIAL UI – BASTAMAN CUP II

Merupakan kejuaraan tahunan yang diselenggarakan oleh Gabrial UI Bridge Club. Kejuaraan ini mempertandingkan kategori patkawan dan open pair dan dilangsungkan di Gedung Indonesia Power, Jl. Jendral Gatot Subroto Jakarta, sejak tanggal 1 hingga 3 Agustus 2008. Untuk informasi lengkap dapat dilihat pada situs resmi yaitu: http://www.gabrial-ui.com/events/bastamancup2.htm

4. KEPRI GOVERNOR CUP V

Kejuaraan International ini dilangsungkan di Golden View Hotel, Batam, pada tanggal 22 hingga 24 Agustus 2008. Memperebutkan total hadiah 75 juta rupiah, kejuaraan ini mempertandingkan open pairs dan team juga untuk kategori pelajar (PLN CUP BATAM II).

5. LIGA PASANGAN GBS SURABAYA

Liga yang disponsori Telkom Flexi ini bersifat tertutup yang hanya diikuti oleh klub-klub yang bernaung di bawah Gabungan Bridge Surabaya (GBS). Seri ke-5 diselenggarakan tanggal 23 Agustus 2008 dan seri terakhir pada tanggal 19 Oktober 2008.

6. LIGA PATKAWAN GBS SURABAYA

Sebagaimana Liga Pasangan GBS, liga yang disponsori Telkom Flexi ini bersifat tertutup. Namun seri yang tersisa hanya sesi penutup, yang akan diselenggarakan tanggal 20 September 2008.

[kkpp, 22.07.08]

Parade Peraih Medali Cabor Bridge PON XVII-Kaltim

•Juli 18, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

PON XVII yang berlangsung di Kaltim berakhir sudah. Jawa Timur tampil sebagai juara umum diikuti oleh tuan rumah. Selamat buat seluruh atlet Jawa Timur, seluruh jajaran pengurus cabor, dan tentu saja untuk KONI Jawa Timur!

Sementara itu, untuk cabor bridge yang dilaksanakan di Tarakan, Jawa Timur hanya tampil sebagai penonton setelah gagal pas ajang Pra-PON yang diselenggarakan sebelumnya di Mataram. Bridge memperebutkan 6 medali emas, untuk kategori Pasangan Campuran, Putra, Putri serta Beregu (patkawan) Campuran, Putra dan Putri.

Nyaris tidak ada kejutan yang berarti, selain partai final beregu putra antara Jabar versus Sulut. Babak final ini memainkan 6 segmen yang ditayangkan secara langsung melalui vugraph di situs bridge base online (BB0). Saat penulis bergabung menjadi salah satu kibitzer alias penonton pada waktu itu, babak final itu dicermati oleh hampir 500 orang dari seluruh penjuru dunia yang menyaksikan secara online.

Jabar sempat leading, namun Sulut yang diperkuat salah satu pemain legendaris dunia, Henky Lasut – Eddy Manoppo, menunjukkan kesolidannya. Partai yang cukup menarik. Apalagi banyak penonton dari manca negara yang sengaja menonton kehebatan pasangan Lasut/Manoppo. Sayangnya hampir tak ada media cetak nasional yang memberikan liputan yang cukup berarti.

Berikut adalah parade peraih medali cabor bridge PON XVII-Kaltim (sumber: milis ina-bridge):

1. PASANGAN CAMPURAN

Emas : Conny Sumampouw – Denny Sacul [ DKI ]
Perak : Fera Damayanti – Santje Panelewen [ JATENG ]
Perungu : Syf. Nurhasfiani – Zend Hermond [ KALBAR ]

2. BEREGU CAMPURAN

Emas : DKI JAKARTA
Lusje Bojoh – Robert P Tobing
Conny Sumampouw - Denny J Sacul
J Joice Tueje - Taufik Gautama Asbi

Perak : SULAWESI UTARA
Elvita Lasut – Henky Lasut
Lanny Liem – Bill Mondigir
Mila Angkouw – Tommy Rogi

Perunggu : JAWA TENGAH
Fera Damayanti – Santje Panelewen
Kristina Wahyu – Anthony Soebroto
Suci Amita Dewi – Stefanus Supeno

3. PASANGAN PUTRA

Emas : Henky Lasut – Eddy Manoppo ( SULUT )
Perak : Taufik G Asbi – Robert P Tobing ( DKI )
Perungu : CH Nurhamidin – Bill Mondigir ( SULUT )

4. PASANGAN PUTRI

Emas : Lusje Bojoh – J Joice Tueje ( DKI )
Perak : Irne Korengkeng – C Sumampouw ( DKI )
Perungu : Fera Damayanti – Riantini ( JATENG )

5. BEREGU PUTRI

Emas : DKI
Lusje Bojoh - J Joice Tueje
Conny Sumampouw – Irne Korengkeng
Winda Sumenge – Elita Sofyan

Perak : JAWA TENGAH
Fera Damayanti – Riantini
Suci Amita Dewi – Kristina Wahyu
F Ariyani – R Andhani

Perungu : SULAWESI UTARA
Elvita Lasut – Lanny Liem
Mila Angkouw –Riane Kawet
Nur Nurahma -Lida Au

6. BEREGU PUTRA

Emas : SULAWESI UTARA
Henky Lasut – Eddy Manoppo
Tommy Rogi – Octa Wohon
CH. Nurhamidin – Bill Mondigir

Perak : JAWA BARAT
Priatna – Paulus Sugandi
Ong Keng Hin – Very Pangkerego
Murphy Sumampouw – Vicky Manoppo

Perungu : JAWA TENGAH
M Bambang Hartono – Stefanus Supeno
Santje Panelewen – Franky Karwur
Anthony Soebroto – Kamto

Dengan demikian DKI tampil sebagai juara umum untuk cabor bridge pada PON kali dengan 4 emas dan 2 perak. Sulut di tempat kedua dengan (2-1-2). Jateng (0-2-3). Jabar (0-1-0). Kalbar (0-0-1). Sedangkan: Bali, Banten, Kaltim, Sulsel, Sulteng, dan Sumbar belum berhasil mendapatkan sekeping pun medali.

Selamat buat kawan Lida Austina Aufa, salah satu alumni ITS Bridge Team yang memperoleh medali perunggu  untuk kategori  beregu putri bersama tim Sulawesi Utara.

Selamat buat seluruh pemain dan khususnya untuk penyelenggara yang memungkinkan  cabor bridge dapat dinikmati melalui online sebagai pengganti ketakmauan media cetak nasional memberikan liputan yang cukup berarti bagi salah satu cabang olahraga yang mampu mengerek nama Indonesia di level dunia.

[kkpp, 18.07.08]

Liverpool FC: Jadual Pre Season 2008

•Juli 7, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Di tengah kesibukan berburu dan bernegosiasi pemain-pemain baru (baca: Gareth Barry -Aston Villa, dan Robbie Keane- Tottenham Hotpurs, dan lain-lain) yang masih berlangsung dengan alot, jadwal pre season musim 2008 telah di-launching. Menurut situs resmi LFC pada hari ini (7/7), jadwal Pre Season 2008 untuk LFC adalah sebagai berikut:

12 Jul 2008, vs Tranmere Rovers (A)
16 Jul 2008, vs FC Lucerne (A)
19 Jul 2008, vs Wisla Krakow (A)
22 Jul 2008, vs Hertha Berlin (A)
30 Jul 2008, vs Villa Real (A)
02 Aug 2008, vs Glasgow Rangers (A)
05 Aug 2008, vs Valerenga (A)

Selain itu ada dua pertandingan lain yang dikabarkan juga diagendakan, tetapi tidak (atau belum?) dikonfirmasi oleh situs resmi LFC, yaitu vs Rosenborg pada 09 Jul 2008 dan versus Lazio pada tanggal  08 Agustus 2008.

Dengan kepastian jadwal ini, sementara belum ada pre season tourney yang akan diikuti sebagaimana pre season tahun lalu (yaitu Port of Rotterdam Tournament).

Para pemain memang telah kembali berlatih, kecuali pemain-pemain Spanyol yang mendapat libur tambahan pasca Euro 2008. Debutan baru, seperti Degen, Dossena sangat ditunggu penampilan perdananya dengan kostum resmi Liverpool FC.

Rafa, yang kini telah didampingi kehadiran Sammy Lee sebagai asisten manager yang baru serta Pellegrino sebagai pelatih reserve, tentunya ingin mencoba skuad dengan berbagai formasi. Misalkan 4-2-3-1 yang telah mengkristal menjelang penghujung musim lalu, atau kembali mencoba skema baku 4-4-2.

Hmm, tinggal menghitung hari nih, melihat kesebelasan tercinta kembali berlaga …

Walk on, walk on…

[kkpp, 07.07.08]

nb. posting-an ini pernah saya post di salah satu forum di http://forum.big-reds.org