Ajang pre season berakhir sudah. Saatnya bagi tim-tim EPL menatap musim baru yang bakal digelar minggu depan. Bagi Liverpool FC (LFC), pre season ditutup dengan kemenangan atas Lazio, gol saat injury time oleh Voronin.

Secara keseluruhan, pre season yang dijalani LFC berlangsung cukup memuaskan dan kemudian jadi memupuk harapan bahwa di area pertarungan sebenarnya nantinya LFC bakal memetik hasil yang lumayan bagus. Semoga.

Sekedar review, berikut ini adalah rekap seluruh pertandingan pre season kali ini:

vs Tranmere, 12 Jul 08, 1-0, gol: Benayoun (43)
vs Lucerne, 16 Jul 08, 2-1, gol: Lucas (10), Voronin (36)
vs Wisla Krakow, 19 Jul 08, 1-1, gol: Voronin (6)
vs Hertha Berlin, 22 Jul 08, 0-0
vs Villa Real, 30 Jul 08, 0-0
vs Glasgow Rangers, 2 Aug 08, 4-0, gol: Torres (23), Ngog (56), Benayoun (58), Alonso (70)
vs Valerenga, 5 Aug 08, 4-1, gol: Alonso (19), Torres (49), Benayoun (60), Ngog (84)
vs Lazio, 8 Aug, 1-0, gol: Voronin (90)

Total delapan pertandingan, 5 menang, 3 draw, dan tak pernah kalah. Total gol 13 dengan 3 kebobolan. Benayoun dan Voronin menjadi top skor, masing-masing menyumbang 3 gol. Empat gol ke masing-masing gawang Rangers dan Valerenga diciptakan oleh pemain yang sama: Torres, Benayoun, Ngog, dan Alonso.

Hampir seluruh pemain mendapatkan kesempatan menunjukkan permainan terbaiknya, termasuk para youngster. Rafa sendiri menyatakan puas atas performance mereka.

Pada kesempatan pre season ini pula, para pemain baru: Dossena, Cavalieri, Degen, Ngog, dan Keane mendapatkan kesempatan untuk debut dan segera beradaptasi dengan pemain lainnya dan tentu saja skema bermain. Mengenai skema bermain, bila tak salah mengamati, Rafa lebih condong bermain dengan 4-4-2 dibandingkan skema 4-2-3-1.

Di lain kesempatan, Rafa juga mengungkapkan bahwa skuad musim ini adalah skuad terbaik yang dipunyai LFC sejak kedatangannya di Anfield tahun 2004. Jadi akankah gelar juara EPL ke-19 bagi LFC akan mewujud tahun ini? Kita tunggu.

[kkpp, 09.08.09]

Bagi pemain bridge di Jawa Timur, berikut ini adalah beberapa agenda turnamen bridge yang bisa diikuti dalam waktu dekat:

1. TURNAMEN WALIKOTA CUP KEDIRI 2008,

Diselenggarakan di Aula SMP Negeri 1 Kediri, pada tanggal 27 Juli 2008 mulai pukul 09.00 hingga 17.30. Kategori yang dipertandingkan adalah pasangan dengan format swiss 6 sesi, memainkan 8 board per sesinya. Selain kategori umum, kejuaraan juga mempertandingkan kategori pelajar.

2. TURNAMEN PIALA KEMERDEKAAN RI 2008

Diselenggarakan oleh Gabungan Bridge Kota Malang, bertempat di Aula SMA Negeri Tugu, Malang. Dilangsungkan dengan swiss 5 sesi pada tanggal 3 Agustus 2008. Kategori yang dipertandingkan adalah kategori umum, juga memperebutkan pasangan yunior terbaik.

3. GABRIAL UI - BASTAMAN CUP II

Merupakan kejuaraan tahunan yang diselenggarakan oleh Gabrial UI Bridge Club. Kejuaraan ini mempertandingkan kategori patkawan dan open pair dan dilangsungkan di Gedung Indonesia Power, Jl. Jendral Gatot Subroto Jakarta, sejak tanggal 1 hingga 3 Agustus 2008. Untuk informasi lengkap dapat dilihat pada situs resmi yaitu: http://www.gabrial-ui.com/events/bastamancup2.htm

4. KEPRI GOVERNOR CUP V

Kejuaraan International ini dilangsungkan di Golden View Hotel, Batam, pada tanggal 22 hingga 24 Agustus 2008. Memperebutkan total hadiah 75 juta rupiah, kejuaraan ini mempertandingkan open pairs dan team juga untuk kategori pelajar (PLN CUP BATAM II).

5. LIGA PASANGAN GBS SURABAYA

Liga yang disponsori Telkom Flexi ini bersifat tertutup yang hanya diikuti oleh klub-klub yang bernaung di bawah Gabungan Bridge Surabaya (GBS). Seri ke-5 diselenggarakan tanggal 23 Agustus 2008 dan seri terakhir pada tanggal 19 Oktober 2008.

6. LIGA PATKAWAN GBS SURABAYA

Sebagaimana Liga Pasangan GBS, liga yang disponsori Telkom Flexi ini bersifat tertutup. Namun seri yang tersisa hanya sesi penutup, yang akan diselenggarakan tanggal 20 September 2008.

[kkpp, 22.07.08]

PON XVII yang berlangsung di Kaltim berakhir sudah. Jawa Timur tampil sebagai juara umum diikuti oleh tuan rumah. Selamat buat seluruh atlet Jawa Timur, seluruh jajaran pengurus cabor, dan tentu saja untuk KONI Jawa Timur!

Sementara itu, untuk cabor bridge yang dilaksanakan di Tarakan, Jawa Timur hanya tampil sebagai penonton setelah gagal pas ajang Pra-PON yang diselenggarakan sebelumnya di Mataram. Bridge memperebutkan 6 medali emas, untuk kategori Pasangan Campuran, Putra, Putri serta Beregu (patkawan) Campuran, Putra dan Putri.

Nyaris tidak ada kejutan yang berarti, selain partai final beregu putra antara Jabar versus Sulut. Babak final ini memainkan 6 segmen yang ditayangkan secara langsung melalui vugraph di situs bridge base online (BB0). Saat penulis bergabung menjadi salah satu kibitzer alias penonton pada waktu itu, babak final itu dicermati oleh hampir 500 orang dari seluruh penjuru dunia yang menyaksikan secara online.

Jabar sempat leading, namun Sulut yang diperkuat salah satu pemain legendaris dunia, Henky Lasut - Eddy Manoppo, menunjukkan kesolidannya. Partai yang cukup menarik. Apalagi banyak penonton dari manca negara yang sengaja menonton kehebatan pasangan Lasut/Manoppo. Sayangnya hampir tak ada media cetak nasional yang memberikan liputan yang cukup berarti.

Berikut adalah parade peraih medali cabor bridge PON XVII-Kaltim (sumber: milis ina-bridge):

1. PASANGAN CAMPURAN

Emas : Conny Sumampouw – Denny Sacul [ DKI ]
Perak : Fera Damayanti – Santje Panelewen [ JATENG ]
Perungu : Syf. Nurhasfiani – Zend Hermond [ KALBAR ]

2. BEREGU CAMPURAN

Emas : DKI JAKARTA
Lusje Bojoh - Robert P Tobing
Conny Sumampouw - Denny J Sacul
J Joice Tueje - Taufik Gautama Asbi

Perak : SULAWESI UTARA
Elvita Lasut - Henky Lasut
Lanny Liem - Bill Mondigir
Mila Angkouw - Tommy Rogi

Perunggu : JAWA TENGAH
Fera Damayanti - Santje Panelewen
Kristina Wahyu - Anthony Soebroto
Suci Amita Dewi - Stefanus Supeno

3. PASANGAN PUTRA

Emas : Henky Lasut – Eddy Manoppo ( SULUT )
Perak : Taufik G Asbi – Robert P Tobing ( DKI )
Perungu : CH Nurhamidin – Bill Mondigir ( SULUT )

4. PASANGAN PUTRI

Emas : Lusje Bojoh – J Joice Tueje ( DKI )
Perak : Irne Korengkeng – C Sumampouw ( DKI )
Perungu : Fera Damayanti – Riantini ( JATENG )

5. BEREGU PUTRI

Emas : DKI
Lusje Bojoh - J Joice Tueje
Conny Sumampouw - Irne Korengkeng
Winda Sumenge - Elita Sofyan

Perak : JAWA TENGAH
Fera Damayanti - Riantini
Suci Amita Dewi - Kristina Wahyu
F Ariyani - R Andhani

Perungu : SULAWESI UTARA
Elvita Lasut - Lanny Liem
Mila Angkouw –Riane Kawet
Nur Nurahma -Lida Au

6. BEREGU PUTRA

Emas : SULAWESI UTARA
Henky Lasut – Eddy Manoppo
Tommy Rogi – Octa Wohon
CH. Nurhamidin – Bill Mondigir

Perak : JAWA BARAT
Priatna – Paulus Sugandi
Ong Keng Hin – Very Pangkerego
Murphy Sumampouw – Vicky Manoppo

Perungu : JAWA TENGAH
M Bambang Hartono – Stefanus Supeno
Santje Panelewen – Franky Karwur
Anthony Soebroto - Kamto

Dengan demikian DKI tampil sebagai juara umum untuk cabor bridge pada PON kali dengan 4 emas dan 2 perak. Sulut di tempat kedua dengan (2-1-2). Jateng (0-2-3). Jabar (0-1-0). Kalbar (0-0-1). Sedangkan: Bali, Banten, Kaltim, Sulsel, Sulteng, dan Sumbar belum berhasil mendapatkan sekeping pun medali.

Selamat buat kawan Lida Austina Aufa, salah satu alumni ITS Bridge Team yang memperoleh medali perunggu  untuk kategori  beregu putri bersama tim Sulawesi Utara.

Selamat buat seluruh pemain dan khususnya untuk penyelenggara yang memungkinkan  cabor bridge dapat dinikmati melalui online sebagai pengganti ketakmauan media cetak nasional memberikan liputan yang cukup berarti bagi salah satu cabang olahraga yang mampu mengerek nama Indonesia di level dunia.

[kkpp, 18.07.08]

Di tengah kesibukan berburu dan bernegosiasi pemain-pemain baru (baca: Gareth Barry -Aston Villa, dan Robbie Keane- Tottenham Hotpurs, dan lain-lain) yang masih berlangsung dengan alot, jadwal pre season musim 2008 telah di-launching. Menurut situs resmi LFC pada hari ini (7/7), jadwal Pre Season 2008 untuk LFC adalah sebagai berikut:

12 Jul 2008, vs Tranmere Rovers (A)
16 Jul 2008, vs FC Lucerne (A)
19 Jul 2008, vs Wisla Krakow (A)
22 Jul 2008, vs Hertha Berlin (A)
30 Jul 2008, vs Villa Real (A)
02 Aug 2008, vs Glasgow Rangers (A)
05 Aug 2008, vs Valerenga (A)

Selain itu ada dua pertandingan lain yang dikabarkan juga diagendakan, tetapi tidak (atau belum?) dikonfirmasi oleh situs resmi LFC, yaitu vs Rosenborg pada 09 Jul 2008 dan versus Lazio pada tanggal  08 Agustus 2008.

Dengan kepastian jadwal ini, sementara belum ada pre season tourney yang akan diikuti sebagaimana pre season tahun lalu (yaitu Port of Rotterdam Tournament).

Para pemain memang telah kembali berlatih, kecuali pemain-pemain Spanyol yang mendapat libur tambahan pasca Euro 2008. Debutan baru, seperti Degen, Dossena sangat ditunggu penampilan perdananya dengan kostum resmi Liverpool FC.

Rafa, yang kini telah didampingi kehadiran Sammy Lee sebagai asisten manager yang baru serta Pellegrino sebagai pelatih reserve, tentunya ingin mencoba skuad dengan berbagai formasi. Misalkan 4-2-3-1 yang telah mengkristal menjelang penghujung musim lalu, atau kembali mencoba skema baku 4-4-2.

Hmm, tinggal menghitung hari nih, melihat kesebelasan tercinta kembali berlaga …

Walk on, walk on…

[kkpp, 07.07.08]

nb. posting-an ini pernah saya post di salah satu forum di http://forum.big-reds.org

Piala Walikota Surabaya ke-5 telah diselenggarakan dengan sukses dan lancar. Bertempat di Gedung Telkom Ketintang Surabaya, kejuaraan yang awalnya hanya mempertandingkan kategori pasangan ini, kali ini diselenggarakan untuk kategori patkawan. Babak penyisihan diselenggarakan pada hari Sabtu, 14 Juni 2008 dengan menghasilkan 7 tim plus 1 tim tuan rumah yang bertanding di final secara round robin.

Kedelapan finalis itu adalah PLT Jakarta, Jateng Putri, Intan Surabaya, Jateng Putra, Djarum Semarang, GBS Flexi Surabaya, WBC Sidoarjo, dan tuan rumah GBS Surabaya. Tampil sebagai juara adalah PLT Jakarta yang diperkuat Denny Sacul, Munawar S, Taufik Asbi, Robert Tobing, WD Karamoy. Tim ini tampil dominan, dengan menyisihkan tim Jateng Putra dan Jateng Putri sebagai peringkat kedua dan ketiga.

Selain partai final, pada hari minggu juga mempertandingkan pasangan dengan sistem swiss pair 6 sesi. Tampil sebagai juara adalah Tri H - Bb Sis (Malang), Kamal Fauzi - Fachrur Rozi (Yogyakarta) dan Anang Fahmi - Suyadi (Surabaya).

Menurut Jhony Girsang, Ketua GBS Surabaya, dengan perubahan format kejuaraan Piala Walikota Surabaya ini maka frekuensi pertandingan berlevel nasional di Jawa Timur bertambah. Selama ini Surabaya hanya mempunyai Kejuaraan Piala Pahlawan sebagai kejuaraan berlevel nasional. Sehingga diharapkan, kualitas pemain bridge di Surabaya pun bisa mengejar ketertinggalannya dari daerah lain.

Harapan panitia pun ternyata tidak bertepuk sebelah tangan. Kualitas pertandingan terjaga dengan kehadiran tim dari Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Kaltim, dan beberapa tim dari beberapa kota di Jawa Timur.

[kkpp, 16.06.08]

Jay

Juni 10, 2008

Bagi banyak orang, “jay” banyak digunakan sebagai nama panggilan yang gaul. Entah nama panjangnya Zainal, Sanjaya, Jaelani, ehm… apalagi ya. Menurut kamus Inggris-Indonesia, “jay” adalah kata benda yang merujuk salah satu jenis burung yang ribut bunyinya.

Sementara di kolom majalah Marketing terbitan Mei 2007, Handi Irawan menulis tentang “Jay Customer“. Menurutnya, jay customer adalah adalah istilah yang digunakan bila konsumen sudah memperlihatkan perilaku yang merugikan orang lain. Termasuk dalam kategori ini adalah para konsumen yang suka berbohong. Misalnya mencuri umur untuk mendapatkan tiket menonton bioskop pun juga untuk tiket pesawat. Atau juga mengaku sebagai seseorang untuk mendapatkan fasilitas sebuah klub atau perkumpulan. Perilaku yang sering ditemui lainnya adalah berbohong untuk mendapatkan garansi atau untuk klaim asuransi kendaraan.

Selain berbohong, Handi Irawan juga mengkategorikan jay customer untuk perilaku mencuri dan merusak. Perusahaan yang sering mengalami kerugian karena hal ini adalah PLN, peritel besar, KAI, perusahaan penerbit kartu kredit, perbankan, operator telepon seluler, penyelenggara acara musik dan olahraga. Perilaku tersebut tampak di sekeliling kita. PLN misalnya, pencurian listrik tidak saja dilakukan oleh konsumen kecil namun juga konsumen besar. Tak jarang pula kita menemui beberapa orang yang tampak tidak bersalah ketika menunggak sejumlah besar tagihan kartu kredit tanpa susah untuk mendapatkan kartu ketiga, keempat dan seterusnya.

Handi Irawan yang saat menulis kolom itu masih menjabat sebagai Chairman Frontier Consulting Group mengkorelasikan bahwa jay customer terkait dengan perilaku masyarakat yang tidak tertib dan egois. Karenanya banyak perusahaan di Indonesia yang sedang dan berpotensi menghadapi jay customer ini.

Bagi perusahaan yang tengah berusaha meningkatkan pelayanannya, jay customer yang tidak tertangani justru malah membuat perusahaan menjadi apatis. Di tengah krisis listrik, nilai kerugian PLN akibat tindak jay customer ini cukup signifikan. Sehingga saat PLN berkeinginan untuk menaikkan harga jual listrik banyak ditentang berbagai kalangan dengan alasan bila PLN dapat menangani kerugian karena listrik hilang, kenaikan harga tidak perlu dilakukan.

Di bisnis perbankan, kenaikan jay customer ini memunculkan bisnis debt collector yang kian subur. Sementara bagi peritel besar, mengalokasikan 2% sebagai biaya ongkos kehilangan stok. Bagi KAI, jay customer menyebabkan sulitnya pengembangan perusahaan akibat banyaknya penumpang gratisan serta keengganan potential customer melirik moda transportasi kereta api yang terlihat kumuh. Sedangkan di bisnis asuransi, jay customer menyebabkan tingkat kepercayaan perusahaan kepada customer rendah akibat memukul rata bahwa semua customer adalah jay customer padahal perilaku itu juga ditunjang oleh salesperson yang takut kehilangang pelanggan.

Memang situasi yang cukup sulit bagi perusahaan. Namun penanganan yang benar justru akan menyebabkan pertumbuhan bisnis. Beberapa tahun yang lalu, sepakbola Inggris menghadapi sejumlah besar kerugian akibat hooligan, yang dapat dikategorikan sebagai jay customer. Suporter yang sering berbuat rusuh, merusak sejumlah fasilitas, dan aksi vandalisme lainnya ditangani dengan baik. Hasilnya kini Liga Inggris tumbuh menjadi Liga utama yang menjadi impian pemain berbakat di seluruh dunia dan menjadi bisnis yang tumbuh dengan menggiurkan yang mampu mengundang sejumlah investor asing.

Untuk menghadapi jay customer, Handi Irawan menawarkan agar perusahaan menghindari customer yang berkategori buruk tersebut karena tidak akan memberikan laba bagi perusahaan. Karenanya, perusahaan harus mampu mendeteksi dan mempelajari calon pelanggan. Perusahaan juga harus melakukan edukasi dan mampu mengkomunikasikannya. Serta yang terakhir, bagaimana perusahaan bisa menegakkan aturan tetapi tidak menjadi perusahaan yang birokratis.

Sebagai penutup, Handi Irawan menyampaikan bahwa penggunaan teknologilah cara ampuh meminimalkan jay customer, karena semua sistem yang serba manual memberikan peluang besar bagi pelanggan untuk berperilaku tidak tertib dan bertindak layaknya jay customer.

Bila Indonesia adalah perusahaan, mampukah pemerintah menangani jay customer-nya? Bagaimana menurut Anda?

[kkpp, 10.06.08]

Nylimur

Juni 5, 2008

Nylimur memang bahasa Jawa. Arti bebasnya sih adalah mengalihkan perhatian, mengalihkan pokok pembicaraan sehingga hal utama yang sedang menjadi bahasan terlupakan. Biasanya sih dipakai anak-anak manakala ditanyakan tentang sesuatu hal yang dirasa memojokkannya. Anak saya yang belum genap empat tahun misalnya, saat ditanya siapa yang mencoret dinding, serta merta kemudian nylimur dengan bercerita keinginannya memelihara kelinci. Begitu halnya anak teman sekantor yang seumuran dengan anak saya bila ditanya apakah mau makan apa misalnya, jadinya malah nylimur bercerita tentang mobil bagus yang tengah lewat di jalan.

Sindrom nylimur ini ternyata tidak hanya menjangkiti anak-anak. Beberapa orang dewasa pun ternyata mengidap kebiasaan yang sama. Ketidakmampuan menghadapi pokok permasalahan dialihkan dengan harapan sang audiens akan terlupa pada pokok permasalahan. Bila sang audiens tipe pelupa, atau tipe yang suka larut dalam perbincangan, atau tipe yang tidak fokus pada permasalahan, trik nylimur ini sering berhasil.

Seorang rekan di kantor, bila mendapatkan komplain dari customer, sering menggunakan trik ini. Tekniknya adalah dengan mengetahui benar pokok-pokok apa yang menjadi kesukaan sang pengomplain, sehingga bisa dengan mudah berkelit dari pokok yang dipermasalahkan. Bila tahu benar, seringkali trik ini berhasil dan komplain pun redam dengan sendirinya. Kadang sih tidak berhasil. Tapi tak ada salahnya untuk dicoba. Hehehe.

Dan ternyata bila diperhatikan, kita pun adalah bangsa yang suka nylimur dan di-slimurkan. Contoh sederhana adalah apa yang terjadi pada hari Minggu (1/6) yang lalu. Aksi kekerasan yang dilakukan FPI pada massa aksi yang dilakukan oleh Aliansi Kebangsaan dan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) yang kemudian disebut www.kompas.com sebagai Tragedi Monas, kemudian banyak di-slimur-kan dengan isu pembubaran Ahmadiyah, dan juga isu Islam versus Pluralisme. Padahal, terlepas perdebatan panjang tentang isu-isu lain yang terkait, masalahnya sebenarnya sederhana: perbedaan pendapat bukanlah seharusnya dilakukan dengan kekerasan. Titik. Atau dengan kata lain: penggunaan kekerasan untuk menyelesaikan permasalahan bukanlah sebuah cara yang seharusnya dipilih bangsa ini.

Bila Anda tak suka tawuran antar pelajar dan merasa ngeri pada saat berada di antara dua kelompok yang saling lempar batu tersebut, tentunya bisa menerima klausul tadi (baca: kekerasan bukanlah cara yang diambil untuk menyelesaikan perselisihan) terlepas apa penyebab tawuran antar pelajar itu (bisa jadi karena rebutan pacar, rebutan angkot, kalah main bola, dan sejuta penyebab lain yang bisa terkait).

Dalam konteks nylimur itu tadi, bagi penyuka teori konspirasi, jangan-jangan aksi hari Minggu itu adalah salah satu cara pemerintah untuk nylimur dari demo-demo menentang kenaikan BBM, yang belakangan pemerintah kewalahan menanganinya, bahkan upaya nylimur dengan melakukan penggerebekan Bea Cukai oleh KPK pun tidak cukup untuk mengalihkan perhatian.

Bagi media, budaya nylimur ini pun lebih menarik dibandingkan dengan terus mencermati kejadian yang telah berlalu. Bagi mereka, selama bisa jualan sesuatu yang panas, buat apa menjual yang sudah dijajakan kemarin.

Ah, nylimur, nylimur. Ada yang tahu padanan katanya dalam bahasa Indonesia apa?

[kkpp, 05.06.08]

Malam ini sepuluh tahun yang lalu, jatuh pas selasa malam, malam rabu.

Masih ingatkah, Kawan, ada di mana kita dan apa yang tengah kita lakukan?

Baru saja, seorang kawan yang telah berpisah jarak, sengaja menelepon dari telepon genggam -teknologi yang masih mahal sepuluh tahun yang lalu, bandingkan dengan mahasiswa kini yang tidak cukup dengan satu ponsel yang dipunya- menanyakan apakah ada peringatan yang tengah kita persiapkan.

Tidak, jawab saya ringkas. Buat apa merayakan kegagalan. Sepuluh tahun sudah berlalu, mimpi Indonesia yang lebih baik tak kunjung mewujud. Reformasi yang diagendakan entah kini jadi bermakna apa.

Malam ini sepuluh tahun yang lalu. Kantin ITS terasa hiruk pikuk. Meja dan kursi yang ada tak menyisakan ruang. Wajah-wajah penuh semangat bersliweran. Yang baru kenal atau kenalan lama. Yang kenal luar dalam atau yang hanya tahu wajah tanpa kenal nama.

Sedangkan setahun terakhir kantin terasa lengang. Hanya beberapa pasang yang lagi mojok. Lebih ramai pas arek bridge mulai berlatih lagi. Kadang juga diramaikan oleh ormek, yang sepuluh tahun lalu tak bernyali untuk buka forum secara terang-terangan di kantin.

Ya, sepuluh tahun telah berlalu. Banyak hal telah berubah. KAMI pun berusia sepuluh tahun, bila malam ini masih eksis. Masih relevankah kehadirannya kini? Masih perlukah Komite Aksi bila tak ada aksi?

Malam ini sepuluh tahun sudah berlalu. Sang Penguasa Orde telah berpulang menghadap Sang Maha Kuasa. Beberapa kawan yang sepuluh tahun lalu turut ada dalam hari-hari terpanas rezim, juga telah mendahului kita untuk menghadap Sang Maha Kuasa. (Indri n Ember: kalian senantiasa ada)

Sementara kita hanyalah antri di belakang menunggu waktu. Akankah kita menunggu waktu tanpa berbuat sesuatu? Melupakan apa yang pernah kita teriakkan sepuluh tahun yang lalu. Membuang jauh-jauh apa yang pernah kita citakan dalam berbagai rapat merencanakan aksi sebagaimana malam ini sepuluh tahun yang lalu?

Sepenuh hati saya percaya, kawan-kawan yang aktif di milis ini (baca: milis kumpulannya bekas pelaku aksi 98an), kawan-kawan yang senantiasa bercerita melalui blog masing-masing, kawan-kawan yang berkisah dengan antusias tentang aktivitasnya kini manakala bertemu, masih mengingat malam ini sepuluh tahun yang lalu. Sepenuh hati saya percaya, sendiri atau bersama mereka masih berjuang mewujudkan Indonesia yang dicitakan dengan cara yang berbeda-beda.

Dan malam ini saya ikhlas, perayaan sepuluh tahun malam ini diperingati dengan melupakan bahwa masih ada mahasiswa yang bergerak dengan semangat malam ini sepuluh tahun yang lalu. Tak perlu lagi berharap masih ada adik-adik yang bakal melanjutkan tapak-tapak yang pernah kita buat. Tak perlu lagi memaki mereka, karena tak ada lagi hubungan yang menautkan malam ini dengan malam ini sepuluh tahun yang lalu.

[kkpp, Sidoarjo, 19 Mei 2008. Pernah diposting di sebuah milis terbatas]

Selain telah menyelesaikan patkawan mahasiswa putra dan putri, pada hari kedua kemarin (28/4) kategori patkawan putri juga telah menghasilkan juara yaitu tim Jabar yang memimpin final round robin selama 5 sesi. Jabar yang bermaterikan pemain Setiatin, Hayati, Anggi, Yenna, Chaerani dan Firly menyisihkan tim IBWI 3 dan Jaksel 2.

Kemenangan bagi Jabar ini terasa menyakitkan bagi tim IBWI 3 dan Jaksel 2, karena hanya berselisih hanya 3 VP. Jabar menyelesaikan babak final dengan raihan 84 VP. Sedangkan IBWI 3 dan Jaksel sama-sama mengantongi 81 VP, tetapi IBWI mempunyai nilai moyen yang lebih bagus.

Babak final ini diikuti oleh 6 tim, tiga yang lain adalah Jaksel 1, Enggang Putri Pontianak, dan Jateng.

[kkpp, 29.04.08]

Universitas Sam Ratulangi Menado (Unsrat) menyandingkan gelar juara patkawan putra dan putri di Kejurnas Mahasiswa Ke-10 di Banten. Meski harus mengakui keunggulan ITB, 10-20 di sesi ketiga dari babak final yang diikuti empat tim secara round robin, Unsrat mengumpulkan total 57 VP.

Hasil ini juga memaksa ITB harus puas sebagai runner up dengan 51 VP. Posisi ketiga ditempati STIS Jakarta dengan 39 VP.

Tim putri Unsrat meski tampil sebagai juru kunci dari babak final, namun telah memastikan sebagai yang terbaik dari seluruh tim patkawan putri yang tampil.

Hingga tulisan ini dibuat hasil penyisihan pasangan putra dan putri mahasiswa masih belum dapat diketahui.

[kkpp, 28.04.08]